Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Maksud Allah Memilih Kita menjadi Manusia berdasarkan Tiga Ayat dalam Al-Qur'an

Pernahkah kita merenung sejenak mengapa Allah SWT menghadirkan kita kemuka bumi ini ? Proses kejadian manusia yang pernah kita pelajari dalam ilmu biologi dimana ada 500 juta sel spermatozoa yang berebut masuk ke indung telur Ibu kita, pernahkah kita bertanya-tanya mengapa kita yang terpilih ? Tentunya ini bukan terjadi secara kebetulan tetapi karena memang Allah SWT menginginkannya.


Maka dari itu diri kita sepenuhnya milik Allah SWT sehingga sebagai manusia harus memahami apa maksud atau rencana Allah menghadirkan kita kemuka bumi ini. Al quran menjelaskan di tiga surat yakni surat al Baqarah, Zariyat dan Al Insan terkait dengan apa maksud Allah menghadirkan kita kemuka bumi ini. Di surat al baqarah ayat 30 Allah berfirman “waizqola robbuka lilmalaikati inni jailun fil ardi khalifah” ingatkah kamu ketika Allah SWT berkata kepada malaikat bahwa Allah ingin menjadikan manusia sebagai khalifah. Khalifah artinya pemimpin secara lebih fleksibel maknanya adalah menjadi orang yang memberikan manfaat bagi orang lain. Sebagaimana juga di perkuat oleh hadist nabi “khairunnas afauhum linnas” sebaik-baiknya manusia yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.  Jadi jelas yang pertama misi kita adalah memberikan manfaat kemanfaatan bagi semesta ini dan mahluknya.

Sedangkan surat Azarriyat ayat 56 Allah berfirman “wamahollaqtujinna walinsa illa liyaqbudun”  tak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada ku. Jadi Allah disini menegaskan bahwa posisi kita adalah sebagai hamba. Yang namanya hamba ya harus taat kepada tuannya. Dan kita adalah hamba dari Allah SWT yang konsekuensinya apa yang menjadi perintah dan larangan dari Allah kita harus ikuti, ini adalah misi kita mengapa Allah mau menghadirkan kita ke muka bumi. Jika ada orang yang melanggar perintah Allah atau melakukan hal-hal yang di larang oleh Allah maka itu sama halnya kita lari atau keluar dari maksud dari Allah SWT menghadirkan kita ke muka bumi ini.

Sedangkan misi ke tiga kita menurut surat al Insan ayat ke 2 adalah, dimana Allah berfirman “innaholaqnal insana min nutfatih amsajih nabtalihi faja’alnahu sami’an basiran” sesungguhnya Allah SWT menciptakan manusia dengan setetes mani yang bercampur yang Allah SWT hendak mengujinya, sehingga Allah SWT berikan penglihatan dan pendengaran. Orang di nilai dari prilakunya atau tindakannya. Sedangkan sumber motivasi dari tindakan kita adalah keputusan dari cara berpikir kita. Jika cara berpikir kita baik maka baiklah tindakan kita dan jika cara berfikir kita buruk maka buruklah tindakan kita. Dan ternyata proses pembentukan pola pikir sangat di pengaruhi oleh dua panca indra ini yakni mata yang berguna untuk melihat dan telinga yang berguna untuk mendengar. 

Dari mata kita bisa membaca dan melihat seluruh peristiwa yang kemudian membentuk mindset atau pola pikir kita. Dari telinga kita bisa mendengar berbagai pendapat dan informasi yang  juga akan membentuk pola pikir kita. Maka dari itu ujian kehidupan kita karena Allah memberikan mata dan telinga kita karena mata dan telinga sebagai alat yang membentuk pola pikir yang berujung kepa tindakan kita. Tindakan yang di ulang-ulang menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter kita. Karakter ini menjadi simbol dari kepribadian kita. Untuk itu tidak ada pilihan bagi kita jika ingin memperbaiki kualitas hidup kita maka seluruh tindakan kita harus sesuai dengan rencana Allah, semuanya akan diawali dari memperbaiki pola pikir kita.


Posting Komentar untuk "Memahami Maksud Allah Memilih Kita menjadi Manusia berdasarkan Tiga Ayat dalam Al-Qur'an"