Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Pengertian dan Indikator dari Budaya Organisasi dalam Manajemen SDM

Budaya adalah sebagai suatu pola semua susunan baik material maupun perilaku yang sudah diadopsi masyarakat sebagai suatu cara tradisional dalam memecahkan masalah-masalah para anggotanya. Budaya didalamnya juga termasuk semua cara yang telah terorganisasi, kepercayaan norma, nilai-nilai budaya implisit, serta premis-premis yang mendasar dan mengandung suatu perintah.

Robbins mengemukakan beberapa pengertian yang lebih mudah yaitu terdapat 10 karakteristik penting yang dapat dipakai sebagai acuan esensial dalam memahami dan mengukur keberadaan budaya antara lain sebagai berikut : 

  1. Inisiatif individu yaitu tingkat tanggungjawab, kebebasan dan kemandirian yang dimiliki individu. 
  2. Tolerasi resiko yaitu tingkat pengambilan resiko, inovasi, dan keberanian individu.
  3. Arahan yaitu kemampuan organisasi dalam menciptakan kreasi terhadap sasaran dan harapan kinerja.
  4. Integrasi yaitu kemampuan organisasi dalam melakukan koordinasi seluruh unit menjadi satu kesatuan gerak. 
  5. Dukungan manajemen yaitu kemampuan jajaran manajemen dalam proses komunikasi, pembimbingan dan memberikan dukungan terhadap anak buah. 
  6. Kontrol yaitu seberapa besar aturan, arahan, supervisi mampu mengontrol perilaku kerja anak buah. 
  7. Identitas yaitu merupakan seberapa kuat jati diri sosial organisasi dalam diri karyawan. 
  8. Sistem imbalan yaitu sejauhmana alokasi imbalan didasarkan pada kinerja. 
  9. Toleransi komplik yaitu merupakan kesempatan karyawan untuk dapat mengungkapkan komplik secara terbuka. 
  10. Pola komunikasi yaitu seberapa jauh komunikasi yang dibangun organisasi membatasi hirarki secara formal. 

Masing-masing pendekatan di atas memperlakukan budaya sebagai sesuatu yang objektif, seolah setiap orang dapat mengobserasi fenomena yang sama. Tiap karakteristik tersebut di atas akan bergerak pada suatu kontinum dari yang rendah ke yang tinggi. Dengan menilai organisasi itu berdasarkan sepuluh karakteristik tersebut akan diperoleh gambaran majemuk budaya organisasi.

Robbins menyatakan bahwa sebuah sistem pemaknaan bersama dibentuk oleh para warganya yang sekaligus menjadi pembeda dengan organisasi lain. Sistem pemaknaan bersama merupakan seperangkat karakter kunci dari nilai-nilai organisasi (a system of shared meaning held by members that distinguishes the organization from orther organization This system of shared meaning is on closer examination a set of key characteristic that the organization alues). Hakekat budaya menurut Robbins meliputi sebagai berikut : 

  1. Inovation dan keberanian mengambil resiko (Innovation and risk taking)  
  2. Perhatian terhadap detail (Attention to detail) 
  3. Berorientasi kepada hasil (Outcome orientation) 
  4. Berorientasi pada manusia (People orientation),     
  5. Berorientasi tim (Team orientation), 
  6. Agresif (Aggressieness) 
  7. Stabilitas (Stability) 

Kreitner et al mendefinisikan budaya organisasi sebagai perekat organisasi yang mengikat anggota organisasi melalui nilai-nilai yang ditaati. Peralatan simbolis, dan cita-cita sosial yang ingin dicapai. Menurutnya ada tiga tipe budaya yaitu 1) budaya konstrutif, yaitu budaya organisasi yang memotivasi tenaga kerja untuk berinteraksi dan mengerjakan tugas secara bersama-sama dalam persatuan serta berkeyakinan normatif yang berhubungan dengan pencapaian tujuan organisasi dengan memperhatikan penghargaan terhadap kinerja tenaga kerja; 2) budaya organisasi pasif-defensif, yaitu budaya organisasi yang memotiasi tenaga kerja untuk mengerjakan tugasnya dengan cepat dan aman, berkeyakinan normatif, mencerminkan oposisi, kekuasaan dan kompetitif; 3) budaya organisasi agresif-defensif, yaitu budaya organisasi yang memotivasi tenaga kerja untuk mengerjakan tugasnya dengan cepat dan aman, berkeyakinan normatif, mencerminkan oposisi, kekuasaan dan kompetitif.

Berdasarkan berbagai pandangan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi adalah sistem nilai-nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Dari berbagai sumber termasuk definisi budaya yang telah diuraikan di atas dapat dipetik beberapa fungsi budaya menurut Robbin sebagai berikut :

  1. Budaya mempunyai suatu peran pembeda, hal ini berarti budaya korporat menciptakan pembedaan yang jelas antara suatu organisasi dengan yang lain. 
  2. Budaya organisasi membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
  3. Budaya organisasi mempermudah timbul pertumbuhan komitmen pada suatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual.
  4. Budaya organisasi dapat meningkatkan kemantapan sistem sosial.


Posting Komentar untuk "Memahami Pengertian dan Indikator dari Budaya Organisasi dalam Manajemen SDM"