Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 7 Prinsip dan Teknik Berkomunikasi Secara Persuasive agar dapat Mempengaruhi Orang dengan Mudah

Komunikasi merupakan aktivitas kehidupan manusia yang paling sering dilakukan, sehingga penting bagi kita untuk terus mendalami kemampuan berkomunikasi dengan baik. Dalam ilmu komunikasi ada suatu teori tentang bagaimana berkomunukasi dengan secara persuasive yang bertujuan untuk mempengaruhi orang lain dengan cara yang soft atau dengan kata lain orang tidak terpaksa untuk melakukannya. Komunikasi persuasif adalah suatu teknik yang dapat mempengaruhi pikiran manusia dengan cara memanfaatkan data dan fakta psikologis atau sosiologis pada komunikan yang ingin dipengaruhi. Ada 7 prinsip dan ada 7 teknik berkomunikasi secara persuasive, berikut uraiannya.

Inilah 7 prinsip yang harus dikuasai dalam berkomunikasi secara persuasive :

1. Prinsip Kejelasan Tujuan Berkomunikasi

Tujuan dari komunikasi persuasif adalah mengubah pendapat, sikap, atau perilaku kepada sasaran persuasif atau komunikan. Tujuan tersebut bertujuan mengubah persuader atau komunikan, maka proses dari pada persuasif harus melalui kaitan dengan aspek afektif.

2. Prinsip Memilih Strategi Komunikasi yang Tepat

Perlu dicermati untuk menentukan strategi seperti apa sasaran dari persuasif, waktu dan tempat pelaksanaan komunikasi persuasif, apa yang disampaikan, dan mengapa pesan tersebut harus disampaikan.

3. Prinsip Memikirkan secara cermat orang yang dihadapi

Dalam berbagai keberagaman yang cukup kompleks persuasif harus memiliki sasaran yang sesuai. Keragaman tersebut dilihat pada jenis kelamin, karakteristik demografis, level pekerjaan, gaya hidup hingga agama dan suku bangsa.

4. Prinsip Memaparkan pembicaraan secara selektif

Pada prinsip pemaparan selektif menyatakan bahwa pendengar (khalayak) Mengikuti hukum pemaparan selektif, memiliki dua bagian yang pertama pendengar secara aktif mencari-cari informasi dengan dukungan opini, nilai, kepercayaan, perilaku dan keputusan mereka. Kedua pendengar secara aktif menghindari perbedaan informasi, dengan sikap, opini, kepercayaan, nilai dan perilaku mereka sekarang.

5. Prinsip Partisipasi Khalayak

Komunikasi Persuasif bisa efektif apabila khalayak ikut andil pada proses komunikasi. Saling terlibat antara pembicara yang bersifat transaksional. Dapat dikatakan berhasil komunikasi persuasifnya bila pesan yang disampaikan kepada persuader memiliki respon positif sesuai dengan sasaran persuasif, lalu persuader melayani respon yang dibuat sehingga khalayak akan aktif melalu interaksi tersebut.

6. Prinsip besarnya Perubahan

Prinsip tersebut menyatakan bahwa semakin penting dan semakin besar perubahan yang diinginkan persuader, maka tantangan yang dihapi oleh persuader semakin besar untuk mencapai tujuanya

7. Prinsip Inokulasi

Prinsip tersebut membicarakan mengenai sasaran persuasif yang telah mengetahui persuader dan telah menyiapkan argumen untuk menentang persuader. Sasaran persuasif banyak berbagai macam karakter yang berbeda-beda. Dengan begitu, persuader memiliki tantangan yang besar perlu menyiapkan argumen yang matang. 

Berikutnya 7 teknik cara berkomunikasi secara persuasive .

1. Cognitive Dissonance

Teknik ini mengambil teori yang dikemukakan oleh Leon Festinger di mana digunakan gejala-gejala dalam suatu kehidupan dari manusia. Orang atau komunikan yang biasanya akan lebih cepat menerima komunikasi (persuasi) yang seolah-olah membenarkan perilakunya meskipun hati nuraninya sendiri tetap tidak dapat membenarkanya.

2. Teknik Asosiasi

Teknik Asosiasi merupakan penyajian sebuah pesan dari komunikasi dengan cara menumpangkanya pada suatu peristiwa atau objek yang sedang menarik perhatian khalayak. Teknik sering dilakukan pada kalangan pembisnis taupun para kalangan politik.

3. Teknik Integrasi/Empathy

Teknik Integrasi/Emphaty merupakan kemampuan dari komunikator dalam menyatukan diri dengan kounikatif kepada komunikan. Menyatakan bahwa, melalui pembicaraan verbal atau nonverbal, komunikator menggambarkan bahwa ia senasib dan karena itu bisa menjadi satu dengan komunikan".

4. Teknik Payoff Idea

Teknik payoff Idea merupakan kegiatan untuk mempengaruhi komunikan dengan cara mengiming-imingi hal yang diuntungkan, mengembirakan, menyenangkan perasaanya atau menjanjikan suatu harapan

5. Teknik Fear Arrousing

Teknik Fear arrousing merupakan "pembangkit rasa takut", yakni suatu cara yang mana bersifat menakut-nakuti atau adanya gambaran konsekuensi yang buruk.

6. Teknik Tataan/Icing

Teknik Tataan/Icing merupakan suatu upaya dalam menyusun pesan-pesan komunikasi dengan sedemikian rupa, supaya enak didengar atau dibaca serta adanya motivasi kepada komunikan untuk melakukan sebagaimana yang disarankan oleh pesan tersebut.

7. Teknik Red-Hearing

Teknik Red-Hearing merupakan seni bagi seorang komunikator dalam meraih kemenangan melalui perdebatan dengan cara mengelakan argumentasi untuk melemahkan lawan bicara dan mengalihkanya sedikit demi sedikit melalui aspek yang telah dikuasainya setelah itu menjadikan senjata dalam menyerang lawan. Jadi teknik ini dilakukan pada saat komunikator dalam posisi terdesak.

Demikianlah artikel 7 prinsip dan 7 teknik berkomunikasi secara persuasive semoga bermanfaat bagi anda yang ingin terus memperdalam ilmu komunikasinya. 






Posting Komentar untuk "Inilah 7 Prinsip dan Teknik Berkomunikasi Secara Persuasive agar dapat Mempengaruhi Orang dengan Mudah"