Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Mengapa Kita harus Punya Visi dalam Hidup

Orang yang ingin sukses, sebaiknya dia memiliki sesuatu  yang ingin dicapai. Sesuatu yang ingin dicapai itulah yang disebut dengan cita-cita. Cita-cita itu harus mampu menggambarkan kebahagiaan dan kesenangan yang ingin diperoleh. Keinginan besar atau visi pribadi yang baik, adalah sebuah  visi yang dapat memberikan dorongan semangat dan inspirasi jika dikenang. Semakin jelas cita-cita seseorang, maka semakin  bersemangat dan termotivasi seseorang untuk berusaha mencapainya. 

Kita dapat mengubah diri kita sendiri dengan cara mengubah persepsi, pemikiran kita, sikap kita dan tindakan kita dan secara kreatif mengubah keadaan kita. Kita dapat mengubah diri kita sendiri dengan membaca, belajar, perenungan, berbicara dengan diri sendiri, berjanji dengan diri sendiri, beribadah  dan berdoa. Penggunaan akal dan hati adalah kunci kebehasilan. Sel-sel otak bagaikan otot manusia, dia memiliki kelenturan. Semakin sering otot digunakan, maka memiliki kelenturan semakin baik. Demikian pula dengan otak dan hati kita, semakin sering digunakan semakin baik.

Jalan pintas mudah dan cepat untuk merubah diri kita sendiri, yaitu dengan mempunyai sasaran dan  bekerja keras untuk mencapainya. Berjuta-juta orang telah mengubah dirinya sendiri dari lemah menjadi kuat, dari pengecut menjadi pahlawan, dari malas menjadi ambisius, dari pelit menjadi dermawan, dari tak berguna menjadi suka membantu orang lain. Perubahan itu diawali dari perubahan, persepsi kita, diri kita, keluarga kita, tim kita, dan komunitas kita. 

Orang bijak mengatakan, dunia orang buta di batasi oleh pandangannya, dunia orang bodoh dibatasi oleh ilmu pengetahuannya, dunia orang besar di batasi oleh visinya. Artinya kendala utama seseorang menjadi orang besar adalah faktor dari visi hidupnya. Ketika kita mampu merumuskan visi besar dalam hidup ini, sesungguhnya ini menjadi titik awal bagi kita dalam proses mewujudkan apa menjadi siapa bagi diri kita. Dengan demikian  dalam kehidupan ini, dibutuhkan visi yang sangat jelas, karena visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Kekuatan visi, membantu kita menciptakan gambaran yang jelas tentang hidup yang ingin kita jalani dan mulai memprogram pemikiran kita untuk memberikan hasil yang persis seperti yang apa yang kita inginkan.

Sebagaimana yang telah kita lihat, ada satu hukum besar, segala sesuatu adalah energi. Kita juga mengetahui melalui hukum tarik-menarik bahwa getaran yang sama saling menarik, dan getaran yang berbeda saling menolak. Oleh karena itu, kita menarik kepada orang-orang dan keadaan yang bergetar dengan harmoni atau resonansi dengan pemikiran kita. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus menanam pemikiran tersebut dengan kuat di dalam pikiran kita. Kita harus memeliharanya, memberinya perhatian, berfokus padanya, dan menjadi seperti itu. Kita harus menyesuaikan tubuh, pikiran, dan jiwa dengan apa yang kita inginkan.

Kekuatan visi sesungguhnya dapat mengubah pemikiran, keyakinan, nilai, pendapat, dan sikap kita untuk menjadi orang yang kita inginkan dan dapat menarik hubungan, situasi, dan keberhasilan yang kita inginkan capai dalam kehidupan kita. Apa yang membedakan antara visi dan sasaran ? Sasaran adalah bagian penting dari kehidupan, dan sasaran diperlukan untuk menggerakkan Anda ke depan. Tetapi visi bukanlah sasaran. Visi jauh lebih luas dan lebih kuat daripada sasaran. Visi adalah gambar hidup Anda secara lengkap dan menyeluruh, yang mencakup bidang pribadi maupun profesional. Sasaran adalah bagian dari visi Anda, batu loncatan yang membuat Anda sampai di tempat yang Anda inginkan.

Thomas A Edison adalah penjual koran di kereta api, Jhon D Rockefeller hanya di upah $6 perminggu. Julius Caesar menderita pentakit ayan. Napoleon punya orang tua dari kelas bawah dan jauh dari kategori cerdas. Beethoven seorang yang tuli. Plato berpunggung bungkuk dari Stephen Hawkings lumpuh. Apa yang memberi orang-orang besar ini kekuatan untuk mengatasi kekurangan mereka dan menjadi orang-orang sukses ? Setiap orang mempunyai impian dalam hati mereka yang dapat  mengobarkan api semangat yang tak mampu di padamkan oleh orang lain. Impian dan visi yang kuat sanggup memulai sebuah pekerjaan yang tak sanggup di kerjakan oleh orang lain.

Terkadang kita baru merasa bahwa ada yang salah dalam hal pencapaian mimpi kita. Entah itu terkait motivasi yang mendasarinya, cara perolehannya, ataupun hal-hal yang ingin kita capai. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengevaluasi segala hal yang berkaitan dengan pencapaian mimpi kita. Saat kita menemui hal-hal yang anomali, kita dapat lebih tanggap untuk memperbaikinya. Semakin peka kita untuk menemukannya, semakin mudah kita membuat pebaikan-perbaikan dalam hal pencapaian mimpi kita. Pikirkanlah apa target 6 bulan, 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun untuk masing-masing dimensi hidup anda. Jadi bukan menjadi apa (presiden, menteri, direktur) yang paling penting, tapi lebih penting adalah apa yang Anda hasilkan lewat peran yang Anda jalani. Jabatan atau posisi merupakan instrumen bagi prestasi dan pengabdian Anda.

Impian, rencana, visi tetap akan menjadi rumusan hampa tanpa adanya kesungguhan dalam melaksanakannya. Namun cita-cita pribadi kita hendaknya bukan hanya untuk kita sendiri tapi hendaknya memberikan maslahat kepada umat. Dalam sebuah riwayat juga bahwa “keluhuran cita-cita adalah bagian dari keimanan”. Karena orang yang memiliki cita-cita mulia, tujuan yang luhur, tidak akan menjerumuskan mereka dalam kehinaan, dari kemaksiatan dan dari kenistaan. Tentunya kita tidak hanya ingin memiliki cita-cita dunia karena cita-cita akhirat pun tak kalah pentingnya. Berikut ungkapan yang sering kita dengar,”Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kau akan mati esok hari.”


Posting Komentar untuk "Inilah Mengapa Kita harus Punya Visi dalam Hidup"