Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 34 Tema Bakat Menurut Abah Rama Penemu Talents Mapping

Bakat adalah pola pikiran, perasaan dan perilaku yang alami dan dapat digunakan untuk produktivitas, ringkasnya adalah sifat yang produktif. Kekuatan/ Kompetensi/Ability didalam lingkungan kerja adalah kemampuan menjalankan satu atau lebih aktivitas. Dengan demikian bakat selalu menggunakan terminologi kata Sifat sedangkan Kekuatan Kompetensi Ability selalu menggunakan terminologi Kata Kerja atau Aktivitas. Bedanya Kekuatan dengan Kompetensi. Kekuatan adalah aktivitas yang senang melakukannya, mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif, kompetensi tidak mementingan senang atau tidaknya yang penting mampu, hasilnya bagus dan produktif.

Menurut Abah Rama pakar personality dalam seminar Talens Mapping ada 34 tema bakat yang di bagi menjadi 4 cluster yakni striving pada bagian otak kiri bawah, thinking pada bagian otak kiri atas, relating pada otak kanan bawah dan influencing pada otak kanan atas. Berikut ini sifat-sifat yang terkait denga ke Empat kluster tersebut.

1. Striving

Sifat terkait behavior/motoric semangat, bukan otak bukan hati, bagai api pembakar didalam diri, waspada, bertanggung jawab, sesuai aturan, terencana, fokus, suka menata, melayani dan mengembalikan ke fungsi semula.

2. Thinking

Sifat terkait otak, cognitif suka berpikir jauh kedepan maupun kemasa lalu, penuh ide, analitis, suka mengumpulkan informasi, suka belajar, suka memilih jalan terbaik mencapai tujuan.

3. Relating

Sifat terkait affective, hubungan antar manusia dalam rangka kerjasama bersahabat, membawa keceriaan, penuh empati, ingin memajukan orang lain, menjauhi konflik, mengajak semua orang bergabung, mampu melihat keunikan orang lain, mudah beradaptasi, memiliki rasa kesaling-terkaitan dengan yang lain.

4. Influencing

Sifat terkait affective, hubungan antar manusia dalam mempengaruhi atau meyakinkan orang lain. tidak sabar bertindak, berani tatap muka , bicaranya jelas, berselera tinggi, penuh keyakinan tampil didepan umum, dengan semangat berkompetisi, menyapa siapapun didekatnya.

1. ACHIEVER (Striving)

Memiliki stamina yang tinggi dan selalu bekerja keras, kepuasan hidupnya berasal dari kesibukan dan keberhasilan yang diperoleh. Tidak pernah puas dengan apa yang diperolehnya sekarang. Menetapkan target yang sangat tinggi agar mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Memiliki semangat membara dalam dirinya yang mendorongnya untuk berbuat lebih banyak, agar dapat meraih sukses yang lebih banyak.

2. ACTIVATOR (Influencing)

Dapat membuat sesuatunya terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan.“Kapan saya dapat segera mulai?” Pertanyaan ini terus-menerus terlontar dalam pikirannya dan tidak sabar untuk bertindak. Berani mengambil tindakan walaupun informasinya tidak memadai karena baginya kesalahan merupakan proses belajar.

3. ADAPTABILITY (Relating)

Melakukan tugas sesuai dengan apa yang diterimanya disaat itu. Dapat menyesuaikan dirinya terhadap perubahan-perubahan yang tidak direncanakan dengan senang hati. Hidupnya sesuai dengan situasi saat itu walaupun rencananya berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perubahan bukanlah musuhnya melainkan temannya.

4. ANALYTICAL (Thingking)

Mencari alasan dan sebab-musabab. Memiliki kemampuan untuk memikirkan semua faktor yang dapat mempengaruhi situasi atau kondisi. Tidak dapat menerima rumor kecuali fakta dan hanya fakta yang dapat diterimanya. Orang yang berbakat analytical selalu membutuhkan bukti. Manteranya adalah ”Tunjukkan pada saya bahwa yang Anda katakan itu benar dan sesuai fakta!”

5. ARRANGER (Striving)

Dapat mengorganisir dan memiliki fleksibilitas yang membantunya untuk mengatur sesuatu. Selalu berusaha memikirkan kembali atas sesuatu. Slogannya adalah “pasti ada jalan yang lebih baik!” Seorang koordinator. Berhadapan dengan situasi yang sulit yang melibatkan banyak faktor, senang mengatur semuanya, meluruskan dan meluruskannya lagi sampai merasa yakin telah mengaturnya dalam konfigurasi yang sangat produktif.

6. BELIEF (Striving)

Senang melayani orang lain dengan tulus, karena menganggapnya sebagai perbuatan yang mulia dan mendatangkan manfaat bagi diri maupun orang lain. Memiliki nilai-nilai luhur yang tidak pernah berubah. Nilai-nilai ini mempengaruhi sikapnya dalam berbagai hal serta memberikan arti dan kepuasan dalam hidupnya. Baginya hasrat untuk menjadi bagian dari kegiatan yang bermanfaat bagi dunia adalah yang paling utama. Komitmen terhadap keluarga merupakan hal yang sangat bernilai. Membantu orang lain (ringan tangan), mendahulukan orang lain dan menjaga etika merupakan bagian penting dari hidupnya. Baginya, sukses itu lebih daripada sekedar uang dan prestige tapi berani berkorban untuk orang lain. Memberikan pelayanan dan bantuan bagi orang lain tanpa pamrih.

7. COMMAND (Infulencing)

Senang menjadi penanggung jawab dan orang lain kadang melihatnya sebagai seseorang yang ”suka mendesak/memaksa”. Senang mengambil alih situasi. Kadang memaksa orang lain untuk mengikuti caranya dalam melakukan sesuatu dan tidak akan berhenti sampai dia puas atas hasil kerja menurut cara tersebut. Berani bertatap muka secara langsung dalam menghadapi masalah serta mengungkapkan fakta dan kebenaran walaupun tidak menyenangkan.

8. COMMUNICATION (Infulencing)

Mudah sekali mengungkapkan apa yang dipikirkannya melalui katakata atau tulisan yang mudah dimengerti oleh orang lain. Dapat mengangkat dan membuat topik sederhana menjadi menarik dengan bumbu kata-kata yang berwarna-warni. Senang menjelaskan, menjabarkan, bercerita, berbicara di depan umum, dan menulis.

9. COMPETITION (Infulencing)

Senang membandingkan kemajuannya dengan orang lain, menjadikan segalanya kompetisi dan selalu berusaha menjadi nomor satu. Mencapai target tanpa mengalahkan orang lain akan terasa sebagai kemenangan yang kosong.Senang akan persaingan karena hal tersebut membuatnya sangat bersemangatnya. Senang berkompetisi, khususnya kompetisi yang memiliki peluang untuk dimenangkannya.

10. CONNECTEDNESS (Relating)

Senang mengaitkan peristiwa yang satu dengan peristiwa lainnya dan lebih percaya bahwa setiap kejadian pasti memiliki alasan/sebab daripada kebetulan. Penuh pertimbangan, penuh perhatian, dan mudah menerima; inilah kata-kata yang tepat baginya. Yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya, karena dalam pikirannya semua saling berkaitan.

11. CONSISTENCY/FAIRNESS (Striving)

Meiliki bakat untuk melihat “kesamaan” orang dan menyadari kebutuhan untuk memperlakukan semua orang secara sama. Dalam kehidupan yang penuh perubahan ini, mereka yang berbakat Consistency selalu berusaha mencari keseimbangan. Semua orang harus diperlakukan dengan sama tidak peduli siapa dan apa yang mereka lakukan. Tidak berat sebelah itu penting baginya. Benar-benar sadar akan perlunya untuk memperlakukan semua orang secara adil, apapun jabatan mereka, sehingga tidak berpihak pada kepentingan satu orang tertentu saja.

12. CONTEXT  (Thingking)

Menikmati mempelajari sesuatu melalui riset dan studi tentang masa lalu. Baginya, masa lalu merupakan cetak biru dari sebab dan akibat. Apa yang telah terjadi merupakan pegangan untuk mengerti apa yang terjadi sekarang. Memandang ke belakang untuk memahami masa sekarang karena di sana ada jawabanjawabannya.

13. DELIBERATIVE (Striving)

Berhati-hati, kadang skeptis, memiliki karakter ”melihat sebelum melompat”. What if-nya timbul karena waspada dan adanya prasangka. Dia bersikap hati-hati dan waspada. Dia seorang pribadi yang khusus yang memilih sahabat dengan hati-hati.

14. DEVELOPER (Relating)

Senang mengenali dan menggali potensi yang terdapat pada diri orang lain dan mendapatkan kepuasan dari setiap kemajuan masing-masing individu. Dapat melihat potensi yang ada pada diri orang lain. Semua potensi tersebut itu dapat terlihat olehnya. Senang membantu orang lain mencapai kesuksesan dan mencarikan mereka jalan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

15. DISCIPLINE (Striving)

Senang berada dalam kondisi atau situasi yang teratur, terstruktur, terencana, memiliki sistem dan prosedur. Bagi orang yang memiliki bakat Discipline, dunia haruslah dapat diperkirakan, teratur dan terencana. Fokus pada jadwal dan batas waktu, biasanya senang membagi proyek atau rencana jangka panjang menjadi serangkaian rencana-rencana jangka pendek yang dapat dijalankan dengan lebih teliti.

16. EMPATHY (Relating)

Mampu merasakan perasaan orang lain disekitarnya seakan-akan mengalaminya sendiri. Dapat mengerti perspektif orang lain disekitarnya, walaupun berbeda dengan perspektif yang dimilikinya. Dapat “mendengarkan” pertanyaan atau keraguan yang tidak terungkap dan mengantisipasi kebutuhan orang lain.

17. FOKUS (Striving)

Membutuhkan tujuan yang jelas. Tujuan inilah yang berfungsi sebagai kompas untuk menentukan prioritas, menjalaninya, dan membuat koreksi seperlunya untuk tetap berada dijalur yang benar. Tanpa tujuan, hidup dan pekerjaannya dapat cepat membuatnya frustrasi. Karena itulah setiap tahun, setiap bulan, dan bahkan setiap minggu, tujuan atau goals yang hendak dicapai dibuat. Menjaga agar semuanya tetap pada tujuannya.

18. FUTURISTIC (Thingking) 

Senang berangan-angan, membayangkan masa depan seakan-akan tergambar pada dinding dan dapat memberikan inspirasi pada rekan lainnya dengan visinya mengenai masa depan.Dapat melihat dengan detail apa yang mungkin terjadi atau terdapat di masa depan dan hal ini terus membuatnya melangkah maju.Seorang pemimpi atau visioner, memiliki banyak pilihan kemungkinan situasi mendatang dengan sumber sumber manusia, waktu, uang, bahan dan memilihnya sesuai dengan pilihan yang terbaik.

19. HARMONY (Relating)

Dapat bekerja sama secara baik dengan orang lain. Tidak suka konflik, setiap kali merasakan adanya perbedaan pendapat atau perdebatan, akan memperhatikan apa yang terjadi dan berusaha mendamaikan dengan menunjukkan adanya kesamaan dari kedua belah pihak. Menganggap bahwa pertentangan dan konfilk itu tidak produktif, sehingga berusaha menguranginya sekecil mungkin.

20. IDEATION (Thingking)

Menyukai diskusi kelompok yang bebas, baik sekali dalam brainstorming dan mampu menemukan hubungan atau benang merah dari apa yang terlintas pada dua fenomena yang berbeda dan tak terkait. Inovatif, konsep, teori dan solusi merupakan hal yang penting baginya. Memiliki cara yang sederhana untuk menjelaskan banyak kejadian, konsep yang sangat mendasar seringkali dapat menjelaskan apa yang kelihatannya rumit dan menemukan ide yang belum lengkap ini merupakan hal menyenangkan baginya. Tergila-gila dengan ide-ide. Apakah ide itu ? Ide adalah konsep, penjelasan terbaik tentang berbagai kejadian.

21. INCLUDER/INCLUSIVENESS (Relating)

Kecenderungan untuk menerima semua orang dan selalu berusaha agar semua orang mempunyai rasa memiliki dalam kelompok. Memperbesar kelompok”. Inilah filosofi dan pandangan hidupnya. Memberikan perhatian pada siapapun yang merasa terasing dan berusaha membuat mereka merasa diterima. Baginya membuat semua orang merasa bagian dari kelompok adalah penting, karena semua orang akan merasakan manfaat dari dukungan yang lainnya. Kita semua sama-sama penting . Jadi, tidak ada seorang pun yang boleh diabaikan.

22. INDIVIDUALIZATION

Mampu melihat keunikan dari masing masing orang secara individual dan memikirkan bagaimana orang-orang yang unik dan berbeda dapat bekerja bersama secara produktif. Mengajukan pertanyaan yang tepat dalam mengumpulkan informasi dan menguji kecocokan pendapatnya mengenai bakat, keterbatasan, dan suasana perasaan seseorang. Secara naluriah mengamati gaya, motivasi, cara berpikir, dan cara membina hubungan masing-masing orang.

23. INPUT (Thingking)

Memiliki hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan lebih banyak serta senang mengumpulkan atau mengkoleksi dan mengarsip segala macam informasi. Ingin mengetahui segala hal dan mengumpulkan segala macam benda. Senang mengumpulkan informasi (artikel, fakta, kutipan, buku, catatan dan lain-lain) atau barang-barang seperti kupu-kupu, kartu bergambar, boneka, foto-foto, dan lain lain. Apapun koleksinya, dia mengumpulkannya karena itu menarik baginya. Memiliki pemikiran yang membuatnya mudah sekali menemukan banyak hal yang menarik baginya di dunia ini.

24. INTELLECTION (Thingking) 

Senang berpikir, mawas diri dan lebih menyukai diskusi-diskusi yang bersifat intelektual. Pemikir dalam yang berusaha memahaminya untuk dirinya sendiri. Menikmati waktu menyendiri karena hal tersebut merupakan saat-saat baginya untuk merenung dan introspeksi. Senang berpikir, aktivitas-aktivitas olah mental dan melatih daya pikirnya ke berbagai arah.

25. LEARNER (Thingking)

Senang mempelajari sesuatu dan selalu tertarik lebih terhadap proses mempelajari sesuatu dibandingkan bidang, materi atau hasil pembelajaran tersebut. Senang akan proses mendapatkan informasi atau keterampilan baru. Materi pokok yang menarik umumnya akan ditentukan oleh tema-tema lain dan pengalamannya, namun apapun bidangnya, dia akan selalu tertarik pada proses belajar. Memiliki gairah atau hasrat yang tinggi untuk belajar dan terus berkembang.

26. MAXIMIZER (Infulencing)

Fokus pada kekuatan-kekuatan yang ada sebagai cara untuk merangsang keunggulan pribadi dan kelompok dan cenderung untuk mengubah sesuatu baik dan membuatnya menjadi jauh lebih baik lagi. Bila menemukan kekuatan akan merasa terdorong untuk mempertahankan, memperbaiki, meningkatkan, dan menjadikannya keunggulan. Mudah terpikat pada Kekuatan-kekuatan, baik miliknya maupun milik orang lain. Lebih memilih untuk bekerja atau beraktivitas bersama dengan orang-orang yang menghargai kekuatannya.

27. POSITIVITY (Relating)

Memiliki antusiasme tinggi yang dapat ‘menular’ dan optimisme yang dapat membuat orang lain bersemangat atas apa yang akan dilakukannya. Ramah, senang memuji, mudah tersenyum dan selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu atau situasi. Mampu membuat orang-orang bersemangat, merasa senang, meningkatkan rasa percaya diri mereka.

28. RELATOR (Relating)

Menikmati hubungan yang dekat atau erat dengan orang lain secara pribadi dan menemukan kepuasan mendalam dalam bekerja keras dengan teman-temannya untuk mencapai tujuan. Memiliki keinginan untuk memahami hal-hal yang bersifat pribadi atau personal tentang orang lain (seperti impian, hasrat, ketakutan, perasaan, dan lain-lain), dan juga ingin agar mereka memahaminya. Merasa nyaman dalam hubungan yang akrab. Bila telah terjalin hubungan, maka akan berusaha untuk membina hubungan yang lebih mendalam lagi.

29. RESPONSIBILITY (Striving)

Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi atas komitmen yang telah dibuat, baik besar ataupun kecil, dan merasa terikat secara emosional atau psikologis untuk memenuhi atau menjalaninya hingga selesai. Melaksanakan tugas yang diberikan dengan sepenuh hati dan tidak peduli seberapa sulit tugas tersebut, bila ia menerimanya. Memiliki rasa kejujuran dan kesetiaan. Merasa berhutang untuk memenuhi apa yang telah dijanjikannya.

30. RESTORATIVE (Stiving)

Senang memecahkan masalah dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan segala sesuatu menjadi berfungsi dengan baik kembali. Pandai dalam mengetahui sesuatu yang salah dan memperbaikinya. Menikmati tantangan dalam menganalisis gejala-gejala, mengidentifikasi yang salah dan menemukan solusinya. Baginya proses, rencana, taktik seperti juga barang dan bahkan manusia, semuanya dapat dibuat menjadi lebih baik.

31. SELF-ASSURANCE (Influencing)

Memiliki kepercayaan diri yang tinggi pada kemampuannya untuk mengatur hidupnya sendiri/memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatur hidupnya sendiri dan “Inner Compas” atau intuisi/petunjuk batiniah yang memberikan keyakinan bahwa keputusan-keputusan yang dibuat merupakan keputusan yang benar atau dalam membuat keputusan-keputusan yang benar. Mampu mengambil risiko dan menghadapi tantangan-tantangan baru. Memiliki perspektif yang unik dan berbeda sehingga harus memutuskan segala sesuatunya sendiri. Memiliki keyakinan tidak hanya pada kemampuannya sendiri namun juga pada pertimbangan atau penilaian yang dimilikinya.

32. SIGNIFICANCE (Influencing)

Senang menjadi pusat perhatian, dikenal, didengar, diakui serta dihargai banyak orang atas keunikan atau keistimewaan yang dimilikinya. Memiliki keinginan untuk dikagumi sebagai pribadi yang berkredibilitas, profesional, dan sukses. Lebih memilih untuk berasosiasi dengan orang-orang yang memiliki kredibilitas, profesional, dan sukses. Seseorang yang sangat independen dan menginginkan agar pekerjaannya menjadi jalan/cara hidup daripada hanya sekedar “pekerjaan”.

33. STRATEGIC (Thingking)

Mampu memilah-milah masalah yang ada dan menemukan jalan yang terbaik untuk solusinya. Cara pikir dan perspektif yang berbeda memungkinkannya dapat melihat garis besar akan sesuatu secara keseluruhan. Mampu menciptakan alternatif pilihan-pilihan dari suatu permasalahan. Mampu melihat pola dari sesuatu disaat yang lain hanya dapat melihat kekacauan. Dapat dengan cepat mengenali pola yang ada dan masalah-masalah yang mungkin muncul.

34. WOO (Winning Others Over),(Influencing)

Senang akan tantangan untuk bertemu dengan orang baru atau orang yang belum dikenal dan menjadi akrab dengan mereka. Senang bertutur sapa dengan semua orang yang baru ditemuinya. Memilki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap orang asing atau orang yang belum dikenal. Tidak pernah malu untuk memulai percakapan atau khawatir kehabisan topik pembicaraan.


Posting Komentar untuk "Inilah 34 Tema Bakat Menurut Abah Rama Penemu Talents Mapping "