Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Perlu Memiliki Impian agar Mendapatkan Kesuksesan Hidup

Banyak diantara kita yang tidak bisa menjawab saat ditanya apa mimpi Anda hari ini? Padahal di mata Tuhan tidak ada yang mustahil; yang tidak mungkin bagi kita, sangat mungkin di mata Tuhan. There is no something hidden, segalanya begitu terbuka dan tak ada yang tersembunyi. Siapa pun bisa melakukan dan meraihnya sepanjang yang bersangkutan berani mewujudkan impian yang mustahil sekalipun.

Sebelum Anda memahami makna sebuah impian, tidak ada salahnya jika Anda simak kisah seorang gembala bernama Santiago. Kisah ini sendiri dikutip dari novel karya Paulo Coelho (Brasil) berjudul The Alkemis. Santiago tinggal di sebuah desa bernama Andalucia. Suatu malam dia bermimpi ingin melihat piramid di Mesir. Awalnya dia mengabaikan mimpi itu. Namun malam berikutnya dia mengalami mimpi yang sama.

Santiago kemudian bertekad mewujudkan mimpi tersebut. "Aku harus melihat piramid," begitu tekadnya. Dia lalu memutuskan untuk tidak lagi menjadi penggembala domba. Keputusannya ini membuat sang majikan terkejut. "Saya harus melihat piramid," kata Santiago.

Untuk mewujudkan impiannya, Santiago sadar dia memerlukan uang. Selama menjadi penggembala, tidak mungkin dia mampu mewujudkan impiannya. Dia lalu mencari uang dengan bekerja di sebuah toko kristal. Lama toko kristal ini tidak dikunjungi pembeli. Karena sepi pembeli, si empunya toko tidak sempat merawat kristal-kristal yang dijual. Kristal yang ada di tokonya banyak yang diselimuti debu. Karena tidak dirawat, krsitalnya tidak ada laku, karena pengunjung tidak tertarik.

Santiago mantap untuk bekerja di toko ini. Dia yakin dari toko inilah dia bisa mengumpulkan uang untuk berangkat ke Mesir melihat piramid. Si pemilik toko tentu saja terkejut saat mendengar bahwa Santiago ingin bekerja di tokonya yang terletak di sebuah bukit.

Bekerja di toko yang jarang disinggahi pembeli, Santiago begitu bersemangat. Baginya, kondisi yang tidak memungkinkan mengantarkan dirinya untuk melihat piramid justru dia jadikan peluang. Dia melihat letak toko tempatnya bekerja sangat strategis di atas sebuah bukit. Santiago kemudian mengusulkan agar majikannya membuat kafe. Pertimbangannya sederhana, orang yang naik ke bukit, lazimnya lelah dan haus, lalu butuh minum dan makam; dan semuanya tersedia di kafe. Pengunjung kafe semakin banyak dan yang mampir ke toko kristal sang majikan juga semakin banyak. Tokonya semakin laris dan terus berkembang.

Ide cemerlangnya membuat sang majikan semakin sayang kepada Santiago. Gaji yang dia terima dinaikkan. Puas? Tidak, Santiago masih ingat akan mimpinya. Piramid belum dilihatnya. Dia memutuskan berhenti bekerja dan mencari pekerjaan yang lebih baik dalam upaya menggapai mimpinya. "Saya harus melihat piramid," katanya. Singkat cerita, impian Santiago pun terwujud.

Santiago tetap berfokus pada mimpinya. Betapa banyak di antara kita yang akhirnya berhenti di tengah jalan, karena sudah merasa sukses lantaran berada di wilayah aman; setelah itu lupa dengan impian yang telah kita bangun bertahun-tahun, sejak kecil malah. 

Mimpi Jembatan Menuju Sukses

Mimpi sesungguhnya adalah jembatan menuju sukses. Seseorang tidak akan berhasil jika dalam hidupnya tidak pernah bermimpi. Oleh sebab itu, kata Arfan, seseorang tidak boleh berhenti bermimpi. Kita harus mampu menciptakan mimpi-mimpi baru. Lewat impian, sesuatu yang mustahil, bisa kita lakukan. Lahirnya pesawat terbang juga berkat impian. Impianlah yang membawa kita ke masa depan.

Seokor induk ayam yang mengerami telur burung elang dan setelah menetas, anak burung elang bermain bersama anak-anak ayam yang lain. Suatu ketika, terlintas di benak anak elang untuk terbang. Dia kemudian bertanya kepada anak-anak ayam, bisakah aku terbang? Anak-anak ayam nenertawakan dan berkata: "Mana mungkin?"

Anak elang jelas bisa terbang. Namun pengalaman, fakta masa sekarang dan pengalaman, kerap membawa kita ke masa lalu yang ruang lingkupnya sangat terbatas. Sedangkan imaginasi atau impian selalu menuju ke masa depan yang memiliki ruang tidak terbatas. Tuhan memberikan talenta berbeda-beda kepada setiap orang. Talenta inilah yang bisa digunakan oleh yang empunya untuk mewujudkan impiannya.

Dalam soal impian, semuanya memang tidak ada yang tertutupi. Tapi realitanya dalam kehidupan sehari-hari, semuanya juga mungkin serba tersembunyi (there is something hidden). Menjadi tugas kita untuk mengeksplor atau membukanya, sehingga semuanya tampak jelas. Caranya? Ya, wujudkan mimpi-mimpi kita yang barangkali masih serba tak kelihatan.

Kreasi Mental dan Multi Inderawi

Mimpi tidak ubahnya adalah kreasi mental. Awalnya mimpi adalah ide. Mimpi sendiri ada dua jenis. Pertama, mimpi yang direncanakan; dan kedua, mimpi yang tidak sengaja. Agar mimpi kita ada wjudnya, maka mimpi itu harus multi-inderawi. Artinya mimpi kita itu harus bisa dilihat, disentuh, didengar atau dirasakan.

Jika ada orang yang bermimpi naik haji, meskipun faktanya sekarang belum punya uang, maka sang pemimpi ini sebaiknya mewujudkan impiannya itu dengan lebih dulu memasang gambar kabah di dinding rumahnya. Bukankah naik haji menjadi impian semua umat Islam? Kalau ada seorang tukang becak yang bisa naik haji, masak orang yang status sosial, pendidikan dan ekonominya lebih tinggi dari tukang becak tidak bisa naik haji?

Agar mimpi tidak terkubur atau terlupa, mimpi-mimpi itu sebaiknya juga diceritakan kepada orang lain. "Diskusikan mimpi kita kepada orang lain. Orang inilah yang nantinya bisa mengingatkan kita manakala kita salah langkah dalam upaya mewujudkan mimpi kita.

Bahaya dalam Bermimpi


Adakah bahaya dalam bermimpi?  seseorang akan mengalami bahaya besar jika mimpinya terlalu rendah dan orang itu berhasil mencapainya. Karena sudah merasa berhasil, yang bersangkutan tidak melakukan apa-apa lagi, padahal kita bisa menciptakan mimpi-mimpi baru. Mimpi itu harus terus hidup yang usianya melebihi usia fisik kita.

Ada bahaya lain yang juga bisa menimpa sang pemimpi, yaitu apabila kita menertawakan mimpi kita sendiri, karena diri kita menganggap apa yang kita impikan ternyata di kemudian hari tidak realistis dan tidak akan terwujud. Sebaliknya kita justru harus memimpikan sesuatu yang belum tercapai. Kita harus memimpikan sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin. Sekali lagi, imaginasi tidak terbatas. Apa yang tidak mungkin bagi kita, di mata Tuhan sangatlah mungkin dan kita bisa mencapainya.

2 komentar untuk "Mengapa Perlu Memiliki Impian agar Mendapatkan Kesuksesan Hidup"

  1. Artikel yang sangat menarik
    Semoga juga bisa memotivasi para pembaca lainnya

    BalasHapus
  2. Good artikel pak 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus