Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mau Bisnis atau Menjadi Karyawan, dirubah dulu Belief System mu

Punya bisnis walaupun kecil-kecilan atau menjadi karyawan, ini pertanyaan yang sering muncul dalam diri kita. Mengapa ada orang yang memiliki keyakinan berbeda dalam memilih suatu pekerjaan, misal ada yang ingin bisnis dan yang ingin menjadi karyawan. Bahkan dalam bisnis pun pilihannya sangat bervariasi, ada yang ingin bisnis rumahan, bisnis property, bisnis jasa, dll. Perbedaan itu disebabkan karena adanya system bealief yang berbeda pada setiap manusia yang diawali dari mindset setiap orang. Sebuah mindset atau kerangka berpikir tidak dapat dipisahkan dengan belief atau keyakinan yang dianut oleh seseorang. 

Secara teoritis belief didefinisikan sebagai penerimaan akan kebenaran sesuatu pemahaman oleh pikiran bahwa sesuatu adalah  benar dan nyata dan keyakinan seseorang bahwa sesuatu itu baik dan efektif. Dengan kata lain belief adalah sesuatu yang kita yakini benar. 

Apabila kita ingin merubah mindset maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah atau menggeser belief karena belief sangat menentukan cara berpikir, komunikasi, dan tindakan seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menilai seseorang berdasarkan tindakannya. Seseorang dikatakan baik, jahat, rajin, atau malas dan lain-lain dinilai berdasarkan perbuatan atau tindakannya.  Artinya kita sering menilai seseorang berdasarkan pada sesuatu yang dapat dilihat oleh mata (kasat mata) saja. Sehingga jika ingin mengubah tindakan seseorang kita berpikir juga untuk memperbaiki cara kerja atau apa yang dilakukan seseorang. Padahal tindakan tersebut merupakan produk akhir dari mindset seseorang.

Secara singkat ada beberapa hal yang menciptakan terjadinya sebuah belief system yang mengakar kuat dalam diri manusia:

  1. Terbentuk karena adanya informasi yang berulang-ulang (repetisi), sehingga akhirnya menembus critical area dan masuk ke pikiran bawah sadar.
  2. Informasi yang diterima bersifat imprint: disampaikan oleh figur yang dipandang kompeten (tenaga pengajar, pakar, ilmuwan) atau memiliki otoritas (orangtua, kakak, guru, pemimpin, orang kaya)
  3. Informasi yang diterimanya diberikan lewat suasana emosional yang tinggi dan mendukung. Hal ini mudah ditemui pada kegiatan orasi yang dilakukan dengan emosional, seminar motivasi yang menggugah, semangat, dan lain-lain.
  4. Informasi yang diterimanya merupakan identifikasi yang diberikan dari keluarga atau kelompok sosialnya. Hal-hal yang dipercayai oleh keluarga atau kelompok sosial lain dari seseorang akan mudah diterima pula bagi pikiran bawah sadar tersebut.
  5. Informasi diterima dalam keadaan alpha (relaks) sehingga mengakibatkan kondisi hipnosis. Dalam hal ini tentu telah kita ketahui bersama, pada kondisi hipnosis kita mudah menerima sugesti. Yang lebih digaris bawahi adalah kondisi hipnosis yang terbentuk secara tidak sengaja, misalnya menerima informasi saat kita menjelang tidur dan sebagainya. Dalam kondisi ini sebuah informasi tersebut mudah masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadikannya sebagai sebuah sugesti yang tidak disengaja.

Mengetahui bahwa untuk mengubah belief dan mindset seseorang merupakan pekerjaan yang amat sulit, maka harus didasari bahwa jika ingin melakukan perubahan dibutuhkan kemauan dan niat yang besar untuk melakukanya. Hal ini karena seseorang sangat meyakini benar belief-nya dan merasakan nyaman karena hal itu. Oleh sebab itu diperlukan kerja keras untuk menuntut kesiapan seseorang dalam melakukan perubahan.

Hal itu harus dilakukan secara terus menerus tanpa kenal lelah, diibaratkan seperti bola salju yang semakin lama semakin besar. Belief system sangat berpengaruh dalam kehidupan kita karena segala hal yang kita lakukan dan tidak kita lakukan merupakan representasi dari belief system kita. Belief system yang terus menerus berada didalam pikiran bawah sadar akan menjadi karakter hidup kita. Karakter diri akan menjadi kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Belief system yang terbentuk dari emosi negatif akan merugikan kehidupan, sebaliknya jika terbentuk dari emosi positif maka dapat menjadi kebahagiaan dalam hidup. Cara menghancurkan belief system yang mengganggu dapat melalui proses terapi hipnosis (hipnoterapi).  

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap manusia memiliki belief system yang berbeda tergantung pada proses penerimaan informasi yang berlangsung dari pikiran sadar menuju pikiran bawah sadar. Belief system dapat terjadi bila pikiran bawah sadar menerima sensasi emosi yang kuat dan intensif secara terus menerus. Dengan demikian sebaiknya kita arahkan pikiran-pikiran kita kearah positif agar emosi yang diterima pikiran bawah sadar adalah emosi positif, sehingga dapat menjadi belief system yang positif. Jadi kita dapat memiliki karakter diri yang positif.

Maka setelah kita mendapatkan penjelasan hal-hal yang menyebabkan terbentuknya mindset yang berujung terhadap pembentukan system belief kita, dengan demikian jika kita ingin menjadi pebisnis maka kita harus memiliki motivasi yang kuat dengan cara mengikuti seminar motivasi yang menggugah, kemudian memiliki lingkungan yang mendukung, terus belajar kepada orang-orang yang sudah sukses, serta jangan ragu untuk memulainya supaya terjadi repetisi atau pengulangan dalam aktivitas kita sehari-hari. Semoga kita dapat terus memperbaiki cara berfikir kita untuk menjadi lebih baik, semoga artikel ini bermanfaat yaa.

 


Posting Komentar untuk "Mau Bisnis atau Menjadi Karyawan, dirubah dulu Belief System mu"