Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Team Building Skill

Bedakan keberadaan manusia dalam: kumpulan orang di halte bus, kelompok ibu-ibu arisan RT, tim pendaki gunung, tim penjualan barang produksi pabrik “x’, dan sebuah keluarga (bapak, ibu, anak, tante yang serumah). Apakah yang membedakan dari berbagai kelompok di atas. Apakah yang menjadi kesamaanya.
Umumnya manusia setelah  mendapatkan kemenangan pribadi, maka mereka akan memerlukan  dan mencari untuk hidup dalam berkelompok. Bentuk kelompok  tersebut dapat secara institusi formal atau non formal. Institusi formal  tempat berkumpulnya manusia dapat berbentuk yayasan, lembaga kemahasiswaan, kelompok kerja, kelompok belajar dsb.

Tahap Pembentukan Kelompok

Ketika kita berkumpul bersama lebih dari satu orang, maka kita akan menghadapi proses  pembentukan kelompok. Ada empat fase dalam pembentukan kelompok, yaitu:
·         Pembentukan (forming)
Pada tahap ini setiap anggota berupaya untuk mengenal tugas masing-masing yang harus dikerjakan. Terbentuknya keterikatan dalam tim.Untuk organisasi atau kelompok yang besar, biasanya merumuskan misi atau tujuan organisasi.
·         Perselisihan, Keributan (storming)
Disini reaksi sosial dan emosional terhadap tugas muncul  ke permukaan atau tampak ketika sesama anggota kelompok berinteraksi, hal ini dikarenakan berbagai alasan-alasan:  salah paham dari perilaku peran dan norma, tujuan yang berbeda, umpan balik yang buruk dan kurang mendengar, pengambilan keputusan yang tidak efektif, proses pengambilan keputusan yang tidak dipahami, faktor kepemimpinan dalam kelompok dll. 
·         Penetapan Nilai (Norming)
Ketika perselisihan  atau konflik dapat diselesaikan, maka kelompok akan membuat kesepakatan-kesepakatan baru atau penetapan nilai yang dianut bersama. Tahap ini akan cepat terbentuk apabila dalam kelompok dapat membangun paradigma yang diyakini bersama.Pada saat ini pendapat dapat dikemukakan dan diterima dengan cara yang lebih terbuka dan tidak bertahan diri semata.
·         Pencapaian Kinerja (Performing).
Kerjasama berkembang melalui penghayatan peran yang positif dan tim mulai menghasilkan pemecahan masalah yang sifatnya sudah terpusat
Setelah pada fase pencapaian kinerja maka akan timbul konflik baru, shingga kembali menuju fase pembentukan. Empat fase ini menjadi siklus, sehingga kita dituntut untuk mampu mengelola konflik dan dinamika kelompok.Bagaimana dengan kelompok anda, fase manakah yang paling anda rasakan lambat dalam   proses pembentukan kelompok.

 

Masalah dalam kelompok

            Ketika dua orang atau lebih berkumpul atau membuat kelompok, maka akan terjadi dinamika. Dinamika dalam kelompok tersebut  terjadi  pada saat :
·         Pertama kali mereka mengawali  merumuskan  tujuan/misi dan arah ke depan  kelompok.
·         Merumuskan strategi untuk mencapai misi kelompok
·         Memelihara keutuhan kelompok
·         Membuat program kelompok.
·         Melaksanakan program kelompok.
Ketika terjadi  dinamika dalam kelompok atau tim terdapat perbedaan pandangan (konflik), maka ada  dua kemungkinan; yaitu: membuat tim tersebut akan semakin solid atau tim tersebut menjadi semakin  bubar. Disinilah anda memerlukan  manajemen konflik. Masalah dlam kelompok pada prinsipnya dapat saja terjadi pada empat fase  pembentukan kelompok di atas. Tentunya kita berharap agar tim kita semakin semakin hari  semakain:
·         Berkembang menuju kematangan.
·         Mempunyai produktivitas dan kenerja yang lebih baik
·         Semakin dikenal dalam lingkungan eksternal
Akan tetapi apa yang sering  terjadi dalam kehidupan berkelompok ?
·         Anggota yang lemah komitmennya, futur.
·         Orang hanya  bisa mencela kepada orang lain dengan  kata-kata: tidak kreatif, pemalas, tidak sportif  dll, sementara  mereka  sering tidak memberikan masukan yang berharga untuk pemecahan.
·         Rapat kordinasi rutin yang tidak berjalan sebagaimana mestinya
·         Rapat yang tidak tepat waktu
·         Rapat yang tidak dihadiri oleh seluruh anggota dengan baik
·         Program yang tidak jelas
·         Ada onggota yang  merasa sakit hati dalam kelompok

Tim yang Efektif

Masalah terbasar pada kelompok yang sudah terbentuk adalah bagaimana membuat kelompok tersebut menjadi efektif. Ada 10 karakteristik kelompok yang efektif, yaitu:
1. Prinsip, Tujuan  dan Sasaran.
Mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas atas dasar komitmen bersama. Semua anggota tim mengerti dan menyetujui tujuan dan sasaran tim dan mau bekerja sama  untuk memenuhi hal tersebut. Lembaga atau tim  yang telah memiliki visi dan misi  yang jelas  akan lebih baik Perencanaan dan pandangan ke depan yang mantap. Visi dan Misi  yang diketahui oleh seluruh personel dengan baik (searhing of vision ). Sehingga semua bekerja dengan lebih sinergi  untuk menuju tujuan yang jelas dan semua akan bekerja untuk nerealisasi tujuan (MBO- management by objective).
2. Keterbukaan  dan Konfrontasi.
Keterbukaan dan saling mempercayai antar anggota tim. Semua anggota mendapatkan informasi yang sama dari akses yang sama pula serta dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. Anggota tim bebas untuk mengeluarkan ide – idenya. Eksperimen dan kreativitas selalu digiatkan, anggota lainnya wajib untuk menolong anggota bersangkutan, jika memang ide tersebut logis dan berguna. Banyak orang cerdas  dan mempunyai  gagasan cemerlang, tetapi  mati  dan tidak dapat menyalurkan gagasannya dengan baik. Bahkan banyak orang tidak berani mengatakan tentang apa yang sesungguhnya ada dalam isi hati dan fikirannya.  Sering dalam kelompok informasi penting hanya dimiliki sekelompok orang tertentu. Orang tidak dapat mendeteksi perbedaan pendapat, tetapi hanya melihat pekerjaan tidak lancar. Seringkali usulan tidak segera mendapatkan umpan balik yang proposional. Banyak orang bicara dibelakang meja
3. Dukungan dan Kepercayaan.
Pemimpin  tidak  akan dapat menyelesaikan  program dan kegiatan sendiri, oleh karena itu dukungan dan kepercayaan angota tim sangat diperlukan. Orang akan memberi dukungan jika  ada kepercayaan  atau kredibilitas yang baik. Seringkali dalam kelompok pada keadaan sulit  semua bekerja untuk dirinya sendiri, egois. Atau seringkali mereka menganggap tidak ada masalah dalam kelompok, sehingga tidak perlu diberikan dukungan. Seing terlalu banyak tuduh menuduh , melempar perkerjaan,  lempar tangan sembunyi kaki.
4. Kerjasama, Komunikasi  dan Konflik
Komunikasi  adalah link  antar sesama anggota kelompok, sehingga  keberadaannya  sangat penting. Kemampuan  menggunakan komunikasi yang efektif dengan memanfaatkan  sarana komunikasi yang ada. Konflik akan selalu  ada ketika berkumpulnya lebih dari satu orang, tetapi bagaimana membuat konflik agar tidak merusak keutuhan tim  adalah penting. Adanya ketidak sepakatan, asimetri persepsi dan informasi adalah awal konflik. Adakah pertikaian pemikiran yang  merugikan, merusak dan melelahkan  emosi tim.  Konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan jalan konsensus, bersifat konstruktif dan menerapkan pendekatan menang – menang ( win – win approach ).
5. Prosedur  Kerja  dan Keputusan yang Layak.
Anggota tim selalu mendukung keputusan, prosedur dan pengawasan yang dibuat bersama – sama. Mereka memahami peran, tanggung jawab dan keterbatasan otoritas masing – masing. Sering   dibuat pada level  yang tidak tepat. Keputusan dalam rapat  dan kesepakatan  bersama tidak dikerjakan  sebagaimana mestinya. Ada orang merasa sakit hati karena keputusan yang tidak sreg dengannya.
6. Kepemimpinan yang Layak.
Kepemimpinan diri ( personal leadership) adalah yang lebih utama, dibanding menuntut pemimpin formal yang berkualitas dalam kelompok. Kepemimpinan yang dilandasi prinsip yang kuat adalah intinya ( principle centre leadership). Anggota tim saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Kepemimpinan tim disetiap fase dan proyek akan didelegasikan kepada anggota yang memiliki keahlian dan pengalamaman dibidangnya. Sehingga fungsi kepemimpinan didalam tim dilihat dari kompentensi seseorang, bukan berasal dari titel, otoritas dan senioritas. Ada tipe pemimpin  suka menyimpan kesalahan-kesalahan masa lalu bawahan atau sejawat.
7. Review Kerja dan Program Secara Reguler.
Tim harus selalu mengevaluasi fungsi dan proses yang sudah dilakukan secara reguler.Tim mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan dengan baik. Sering pendapat orang lain kurang diterima. Kurang menerima umpan balik  atas usulan terdahulu. Banyak bekerja, tetapi sedikit kesempatan  untuk berfikir ( jangan bekerja terus, sekali-kali duduk  untuk berfikir dan meriview  pekerjaan). Prosedur kerja sering monoton, membosankan. Tidak adanya SOP untuk kegiatan, terutama kegiatan yang rutin. Seharusnya  banyak mempertimbangakan  segenap gagasan yang mengalir dan melihat kebelakang sejenak
8. Pengembangan Individu.
Tim dapat mengelola peningkatan penghargaan individu ( individual self esteem ). Kegiatan tim tidak hanya berfokus pada hasil tetapi juga pada proses dan isi. Seringkali kesempatan untuk berkembang kurang diciptakan, dan sengaja dibuat atau diprogram denganbaik.  Banyak tugas diluar kemampuan  staff tim, sehingga hasilnya kurang. Yang pinter hanya atasan. Keragaman latar belakang dan kemampuan anggota tim memberi warna kepada tim. Semakin besar keragaman yang ada ( keahlian, pengetahuan dan pengalaman ) akan semakin banyak tugas – tugas yang dapat ditangani.
9. Hubungan Antar  Kelompok  (Sosial).
Kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan dengan baik ( para atasan, tim lain dan lingkungan perusahaan). Kurang kerjasama dengan kelompok lain , dan kerjasamanya kurang menggairahkan. Kerjasama dengan kelompok lain  berantakkan dan gagal, jago dalam kandang. Ide  dari luar tim tidak digunakan.  Terlalu bangga dengan tim.
10. Ikatan Hati Secara Sinergi
Dibutuhkan kekuatan spritual yang baik antara satu anggota dengan anggota yang lain. Ikatan termahal dalam sebuah kelompok adalah ikatan hati yang terbina terus menerus, coba renungkan! Pernahkah Anda mendoakan anggota kelompok Anda? Ikatan hati adalah ikatan spritual, coba Anda rasakan? Semakin baik ikatan spritual dan hati antar anggota kelompok, semakin baik kinerja dan perilaku kerja kelompok tersebut. Yakinlah!

Posting Komentar untuk "Team Building Skill"